Selasa, 13 November 2007

Cara Mengoperasikan Komputer

Pengenalan Komputer Pemula

Pengenalan Komputer, Windows, dan Word

Pengenalan Bagian-Bagian Komputer


Satu set komputer umumnya terdiri atas bagian-bagian:

  1. Monitor, berbentuk seperti pesawat televisi
  2. CPU (Central Processing Unit), umumnya berbentuk kotak yang diletakkan secara mendatar (biasa disebut bentuk desktop) atau menjulang (disebut bentuk tower/menara)
  3. Keyboard, berbentuk seperti papan ketik dengan tombol-tombol bertuliskan huruf A - Z, angka 0 – 9, dan fungsi-fungsi khusus.
  4. Mouse, berbentuk seperti tikus dengan kabel panjang yang terhubung ke CPU. Ada tombol yang bisa ditekan (biasanya berjumlah dua) dan di bagian tengah terdapat tombol putar/geser. Bagian bawah mouse terdapat bola yang dapat bergulir ke segala arah (pada model terakhir sudah digunakan lampu LED sebagai pengganti bola)
  5. Sepasang (atau lebih) speaker
  6. Stabilizer/Stavol, berbentuk kotak, biasanya ada jarum penunjuk daya di depannya.
  7. Printer, untuk mencetak dokumen/gambar/file dari komputer ke kertas

Beberapa contoh perangkat lain yang mungkin dihubungkan dengan komputer:

  1. Scanner
  2. Headset/Mikrofon
  3. Telepon selular (via kabel data)
  4. Modem (mode eksternal)
  5. Jaringan lokal (LAN) (membutuhkan kartu ethernet)
  6. Plotter
  7. Tablet/Digitizer


Cara Menghidupkan dan Mematikan Komputer

Menghidupkan Komputer

  1. Pastikan komputer dan monitor sudah terhubung ke listrik. Nyalakan stabilizer dengan menekan switch power sampai lampu indikator menyala dan jarum penunjuk bergerak ke kanan.
  2. Nyalakan juga komponen yang terhubung langsung dengan listrik, misalnya monitor, printer, atau speaker.
  3. Cari bagian depan CPU, temukan dua tombol yang bisa ditekan
  4. Tombol untuk menghidupkan komputer biasanya mempunyai ciri-ciri:
    1. Bentuknya lebih besar
    2. Bertuliskan Power
    3. Jika tidak ada tulisannya, terdapat gambar di dekat tombol
  5. Tombol lain adalah tombol Reset yang berguna untuk membebaskan komputer dari kondisi Hang dengan memulai ulang komputer tanpa mematikannya. Ciri-cirinya: a. Bentuknya lebih kecil, bahkan kadang-kadang sangat kecil. Bertuliskan Reset
  6. Pada komputer produksi lama (1997 ke bawah), penekanan tombol Power harus cukup kuat (biasanya sampai berbunyi Klik). Namun untuk komputer generasi terakhir (produksi 1997 sampai sekarang), penekanan tombol Power cukup dengan sentuhan lembut, sampai lampu indikator menyala.
  7. Bila terdengar bunyi Bip satu kali, maka komputer sudah hidup dan siap melanjutkan ke tahap sistem operasi (Windows)

Mematikan Komputer

  1. Pada sistem operasi Windows, mematikan komputer disebut Shut Down. Ada beberapa cara shutdown dalam Windows:
    1. Menggunakan mouse, klik tombol Start,, lalu tunjuk pada pilihan Shut Down (paling bawah) pada menu dan klik (tombol kiri), lalu akan muncul tampilan seperti di bawahkemudian pilih opsi Shut down the computer? dan klik tombol Yes
    2. Tekan tombol bergambar di keyboard, lalu tekan U, gunakan tombol panah untuk memilih opsi Shut down the computer?, dan tekan Enter
    3. Tekan tombol Ctrl + Esc, lalu lakukan seperti di atas.
    4. Tekan tombol Alt + F4, lalu lakukan seperti di atas.
  2. Akan muncul tampilan berbunyi Windows is Shutting Down...Please Wait. Setelah beberapa saat komputer akan mati dengan sendirinya.
    (Catatan: Pada komputer produksi lama (1997 ke bawah), tampilan di atas akan diikuti tampilan It's Now Safe to Turn Off Your Computer. Tekan tombol Power untuk mematikan komputer.)
  3. Matikan stabilizer dan bagian lain (monitor, printer, speaker)

Dasar-Dasar Sistem Operasi (MS Windows 9x/Me)

Tampilan Windows terdiri atas:

  1. Desktop, yaitu keseluruhan tampilan, biasanya dihiasi wallpaper/gambar
  2. Icon, berupa gambar-gambar kecil yang terletak di desktop, mewakili program/ aplikasi/ dokumen yang disebut juga Shortcut
  3. Tombol Start dengan lambang di bagian kiri
  4. Taskbar, merupakan kepanjangan tombol Start
  5. System Tray, berada di bagian kanan taskbar, berisi penunjuk waktu (jam),dan beberapa icon yang mewakili program/aplikasi khusus.
  6. Quick Launch (terdapat di Windows 98/IE4), berada di sebagian taskbar, berisi beberapa icon program aplikasi yang sering digunakan.

Cara Menggunakan Mouse (dalam Windows)

  1. Cara menggunakan mouse adalah dengan menggenggam bagian atasnya menggunakan telapak tangan dan menggerakkannya ke segala arah untuk memposisikan pointer (tanda panah) di layar komputer.
  2. Tombol kiri dan tombol putar dioperasikan dengan jari telunjuk, dan tombol kanan dioperasikan dengan jari tengah (untuk yang kidal, berlaku kebalikannya)
  3. Kecuali disebutkan khusus, istilah klik mengacu pada penekanan tombol kiri mouse.
  4. Operasi klik kiri, kanan, dan klik kiri-kanan dapat dilatih menggunakan game Minesweeper
  5. Operasi lain adalah Dobel-Klik yaitu menekan tombol kiri dua kali berturut-turut
  6. Drag and Drop dilakukan dengan melakukan klik pada satu objek (icon) tanpa melepaskan tombol, kemudian menggerakkannya ke posisi yang diinginkan dengan membawa objek bersama dengan pointer lalu setelah sampai tombol mouse dilepaskan, dianalogkan dengan gerakan menggenggam, memindahkan benda, dan melepas genggaman.
  7. Operasi dobel-klik dan drag and drop dapat dilatih menggunakan game Solitaire

Program aplikasi dapat diibaratkan alat perkakas untuk mengerjakan sesuatu tugas spesifik, misalnya: mengetik, menggambar, mengirim/menerima e-mail, browsing (menjelajah internet), chatting (bercakap-cakap secara elektronik), atau sekadar bersenang-senang (games).

Suatu program aplikasi harus diaktifkan sebelum bisa dipakai. Ada beberapa cara mengaktifkan program aplikasi di Windows, yaitu:

  1. Menggunakan mouse, klik pada tombol Start, kemudian arahkan pointer ke submenu Programs, lalu carilah nama program yang diinginkan, yang mungkin masih tersembunyi di submenu berikutnya.
  2. Klik dua kali pada icon yang mewakili program tertentu di desktop
  3. Klik dua kali pada icon yang mewakili dokumen tertentu di desktop, Windows akan otomatis mengaktifkan aplikasi yang berhubungan
  4. Klik tombol kanan di desktop, pilih opsi NEW, lalu pilih salah satu tipe dokumen yang tersedia, sebuah icon baru akan diletakkan di desktop. Ganti nama dokumen, lalu klik dua kali untuk mengaktifkan aplikasi yang berhubungan
  5. Klik satu kali icon program/dokumen pada QUICKLAUNCH

Ada beberapa cara lain yang memungkinkan:

  1. Melakukan klik dua kali pada icon/nama program aplikasi atau dokumen di WINDOWS EXPLORER
  2. Memilih salah satu dokumen di submenu RECENT DOCUMENTS
  3. Klik tombol START, klik RUN... lalu ketikkan nama program aplikasi selengkapnya (xxx.EXE atau xxx.COM) atau nama dokumen (xxx.DOC atau xxx.CDR)

Untuk menutup/mengakhiri program aplikasi klik tombol X pada sudut kanan atas jendela program


Aplikasi Komputer: Mengetik dan Mencetak (MS Word)

Ada beberapa program aplikasi untuk mengetik, antara lain:

  1. Notepad dan WordPad adalah program bawaan Windows yang dapat digunakan untuk mengetik dokumen sederhana
  2. Word, produksi Microsoft, biasanya diinstalasi bersama program Microsoft Office
  3. Works, produksi Microsoft, merupakan versi ringan dari Microsoft Office
  4. WordPerfect, produksi Corel
  5. WordPro, produksi Lotus, bagian dari Paket SmartSuite
  6. StarWrite, produksi Sun Microsystems, bagian dari paket StarOffice
  7. OpenOffice.org Writer, mirip dengan StarWrite, diedarkan secara gratis

Dalam modul ini kita menggunakan Microsoft Word XP.

  1. Buka program Word dengan mengklik icon W di desktop dua kali, atau memilih Microsot Word di submenu Programs
  2. Sebuah dokumen kosong akan otomatis terbuka
  3. Lakukan pekerjaan mengetik seperti biasa, gunakan ENTER untuk berganti paragraf/ alinea (bukan ganti baris!, Word akan otomatis merapikan tepi kanan ketikan)
  4. Untuk menyimpan dokumen:
    1. Tekan tombol bergambar disket di bagian atas
    2. Tekan tombol CTRL dan S bersamaan di keyboard
    3. Klik menu File lalu pilih Save
    4. Tekan tombol ALT dan F untuk mengaktifkan menu File. Gunakan tombol panah atas dan bawah untuk memilih Save di menu.
  5. Untuk mencetak dokumen:
    1. Pastikan printer terhubung ke CPU dan menyala (terhubung ke listrik), tekan tombol POWER/ON di printer kalau ada.
    2. Tekan tombol bergambar printer di bagian atas
    3. Tekan tombol CTRL dan P bersamaan di keyboard
    4. Klik menu File lalu pilih Print
  6. Untuk mengakhiri/keluar dari Word:

    1. Klik tombol X di pojok kanan atas
    2. Tekan tombol CTRL dan Q bersamaan di keyboard
    3. Klik menu File lalu pilih QUIT

Modul 2: Pendalaman Windows


Bagian-Bagian Window

  1. Title Bar, memuat judul dokumen/file dan aplikasi yang digunakan
  2. Icon operasi window (sudut kiri)
  3. Tombol minimize, maximize, close (sudut kanan)
  4. Menu Bar
  5. Icon Bar
  6. Scroll Bar, untuk menggulung dokumen/file ke atas/bawah, dan kiri/kanan
  7. Status Bar

Pengenalan Mouse

Bagian-Bagian Mouse

  1. Tombol mouse, bisa berjumlah satu (untuk Mac), dua, atau tiga
  2. Scroller, berupa roda berlapis karet, khususnya terdapat pada mouse-mouse keluaran terbaru, pertama kali diperkenalkan oleh Microsoft dengan IntelliMouse tahun 1997, bersamaan dengan software Office 97
  3. Bola penggerak, yang memungkinkan mouse digerakkan ke segala arah. Bola bisa dilepas dengan membuka penutup bagian bawah, untuk membersihkan roller.
  4. Lampu (LED) dan Sensor optik (LDR) terdapat di bagian dalam atau di bagian bawah (untuk mouse optik)

Biasanya mouse menggunakan mouse pad (alas mouse) untuk memperlambat pengotoran roller atau menambah akurasi gerakan mouse optik, dan juga mengurangi kelelahan tangan.

Gerakan Dasar Mouse

  1. Menggerakkan mouse sesuai arah pointer yang diinginkan di layar
  2. Klik tombol kiri, untuk membuka menu atau memilih item di layar, berupa icon, file, opsi menu, atau objek lain
  3. Dobel klik tombol kiri, untuk mengeksekusi program aplikasi atau membuka file (dobel-klik pada title bar akan memaksimasi window)
  4. Klik tombol kanan, untuk memunculkan context menu atau menu yang berhubungan dengan objek yang sedang ditunjuk
  5. Drag and Drop, yaitu menunjuk satu objek (icon atau file), mengklik dan menahan tombol kiri, kemudian mengarahkan mouse ke tempat yang diinginkan, lalu melepas tekanan pada tombol. Dapat dianalogkan dengan gerakan mengambil benda, menggenggam, mengarahkan, lalu melepaskan benda di tempat yang diinginkan. Drag and drop juga digunakan untuk:
    1. Mengubah ukuran window, dengan mengarahkan mouse di bagian tepi, mengklik, menyeret mouse ke arah dalam (memperkecil) atau ke arah luar (memperbesar), dan setelah mencapai ukuran yang diinginkan, tombol dilepas.
    2. Melakukan penyalinan (copy), pemindahan (move) file/dokume, atau membuat shortcut (lakukan dengan menekan tombol kanan dan akan muncul menu pilihan untuk ketiga operasi tersebut)
  6. Melakukan klik tombol kiri dan kanan secara bersamaan. Ini jarang digunakan.
  7. Menggulirkan scroller ke depan dan belakang untuk menggerakkan layar program aplikasi ke atas dan ke bawah. Pada beberapa program gerakan ini juga berarti melakukan pembesaran dan pengecilan objek/file (zooming)

Modul 3: Windows Explorer dan MS Word

Windows Explorer

Windows Explorer adalah program manajemen file dan seluruh sumber daya sistem operasi yang berhubungan dengan komputer (perangkat keras), seperti jaringan, printer, dan panel kontrol (control panel). Tampilan windows explorer biasanya seperti nampak di bawah ini:

Hampir semua operasi bisa dilakukan melalui windows explorer ini mulai menyalin, menghapus, memindah, mengganti nama, membuat file/folder baru, sampai mengakses jaringan dan internet.

  1. Menjalankan program atau membuka file dengan melakukan dobel-klik pada nama program/file yang ingin dibuka.
  2. Menyalin (copy) file dilakukan dengan menyeret file dari satu drive ke drive lain
  3. Memindah (move) file dilakukan dengan menyeret file dari satu folder ke folder lain dalam drive yang sama
  4. Menghapus file dilakukan dengan menyeret file ke Recycle Bin atau menekan tombol Delete. File yang dihapus dengan cara ini masih bisa dibatalkan penghapusannya dengan menyeretnya keluar dari Recycle Bin
  5. Mengganti nama dilakukan dengan mengklik pada nama file dua kali (bukan dobel-klik) dan langsung menulis nama baru.
  6. Mencetak file dapat dilakukan dengan menyeret file ke icon printer

Trik dengan klik (tombol) kanan mouse di explorer:

  1. Seret file dengan menekan tombol kanan maka akan muncul menu Copy, Move, dan Create Shortcuts Here. Dengan ini kita bisa melakukan operasi apapun pada file.

  2. Klik kanan pada Recycle Bin dan pilih Empty Recycle Bin untuk mengosongkan recycle bin atau menghapus file secara permanen.
  3. Klik kanan pada file, pilih send to, maka file akan disalin ke tujuan tertentu, seperti disket (drive A) atau folder My Documents, membuat shortcut di desktop, atau mengirim file melalui e-mail.
  4. Klik kanan pada file, pilih Cut untuk memindah, atau Copy untuk menyalin, lalu pilih drive dan folder tujuan, lalu klik kanan dan pilih Paste, maka file akan tersalin atau berpindah.
  5. Klik kanan pada file dan pilih Rename untuk mengganti nama file
  6. Klik kanan pada file dan pilih Properties untuk melihat detail file.

Trik keyboard di Windows Explorer:

  1. Tekan tombol Ctrl waktu menyeret file, maka operasi penyalinan akan menjadi pemindahan atau sebaliknya
  2. Tekan tombol Shift sambil menyeret file ke Recycle Bin atau menekan tombol Delete, maka file akan terhapus secara permanen.
  3. Gunakan kombinasi tombol berikut ini untuk operasi pemindahan atau penyalinan: Ctrl + X untuk Cut, Ctrl + C untuk Copy, dan Ctrl + V untuk Paste.
  4. Tekan Ctrl + Z untuk membatalkan operasi terakhir yang baru dilaksanakan
  5. Tekan Ctrl + A untuk memilih semua file/folder yang sedang ditampilkan
  6. Tekan F1 untuk memunculkan Help, F2 untuk mengganti nama file/folder, F3 untuk mencari file, F5 untuk memperbarui (refresh) tampilan

Mengetik Dokumen menggunakan Microsoft Word

Sebelum mengetik, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan:

  1. Pengaturan halaman, (Menu File Page Setup) disesuaikan dengan ukuran kertas di printer (Kuarto [= Letter], A4, atau Folio [perlu didefinisikan sendiri])
  2. Pengaturan margin (jarak dari pinggir halaman ke tulisan), sesuaikan dengan ketentuan, biasanya kiri dan atas antara 3-4 cm, kemudian kanan dan bawah antara 2,5 – 3 cm

  3. Pilih jenis huruf (Menu Format Font), jenis, ukuran, dan efek. Biasanya digunakan Times New Roman atau Arial ukuran 10 – 12
  4. Atur paragraf (Menu Format Paragraph), mulai pengaturan perataan (alignment): kiri, kanan, tengah, atau rata kiri-kanan, kemudian pilih ukuran spasi yang diinginkan, antara 1, 1,5 atau 2 spasi.
  5. Pengecekan ejaan dan tatabahasa (spelling and grammar checker) (menu Tools Options spelling & grammar) bila perlu dimatikan, atau set bahasa ke Bahasa Indonesia supaya tidak timbul garis bawah warna merah dan hijau di setiap kata yang kita ketik karena dianggap tidak sesuai dengan ejaan Bahasa Inggris.


Latihan

Ketiklah paragraf di bawah ini dengan ketentuan: Ukuran kertas A4, margin 4-2,5-4-3, font Times New Roman 12, rata kiri-kanan, dan spasi 1,5

Microsoft Word merupakan program pengolah kata yang populer di platform Microsoft Windows. Saking populernya, setiap disebutkan mengetik menggunakan Windows, maka sesungguhnya Word-lah yang dimaksud. Bersama program lain seperti Excel, PowerPoint, Access, dan FrontPage, Word mampu berkolaborasi dalam paket Microsoft Office. Kolaborasi ini meliputi pertukaran data, konsistensi tampilan, dan juga kemampuan impor-ekspor antaraplikasi. Banyaknya fasilitas dan kemampuannya yang serbaguna membuat Word menjadi sangat populer. Sayangnya, karena popularitas inilah menyebabkan banyak virus yang diciptakan khusus untuk Word. Virus ini ditulis menggunakan bahasa pemrograman Word Basic atau sekarang dinamakan Visual Basic for Application. Bahasa ini sesungguhnya digunakan untuk menulis makro, atau program otomasi di Word.


Modul 4: Mengetik dengan MS Word

Menggunakan Mouse dalam Mengetik

Kebanyakan pekerjaan mengetik menggunakan keyboard, namun penggunaan mouse pun cukup penting, terutama saat mengedit tulisan yang sudah selesai diketik.

  1. Klik tombol kiri mouse sekali untuk memindahkan kursor pada posisi manapun di tengah-tengah tulisan/paragraf.
  2. Gunakan drag and drop untuk mengeblok kata atau kalimat tertentu
  3. Setelah melakukan blok (seleksi) teks, pilih operasi yang diinginkan dari menu; atau
  4. Klik salah satu tombol di toolbar; atau
  5. Gunakan klik kanan untuk melakukan operasi pada teks
  6. Klik dua kali di tengah-tengah kata akan mengeblok kata itu
  7. Gunakan drag and drop untuk memindahkan kata/kalimat yang diblok
  8. Gunakan scroll (wheel) untuk menggulung dokumen ke atas dan ke bawah
  9. Klik pada tombol di sudut kanan bawah (di bawah tombol scroll) untuk berpindah satu halaman ke atas/bawah (sama dengan menekan tombol PgUp/PgDown)
  10. Gunakan drag and drop untuk menggeser slider di mistar atas untuk mengatur batas kiri, kanan dan posisi baris pertama alinea/paragraf.

Mengetik dengan Baik

Mengetik yang baik dilakukan dengan menggunakan sepuluh jari. Untuk membiasakan diri, diperlukan latihan yang rutin agar terbiasa. Keyboard dapat dibagi menjadi dua area, untuk tangan kiri dan kanan


Tata letak jari-jari tangan dilakukan dengan meletakkan kelima jari dalam posisi di tengah-tengah keyboard, yaitu berturut-turut dari jari kelingking kiri sampai jari kelingking kanan pada posisi tombol A, S, D, F, Spasi, Spasi, J, K, L, dan ;


Untuk mengetik tombol di bagian atas dan bawah, digunakan jari pada posisi terdekat, misalnya tombol G ditekan dengan jari telunjuk kiri, tombol O dengan jari manis kanan, dan Shift dengan jari kelingking. Setelah menekan tombol-tombol di atas, kembalikan jari ke posisi awal.

Pandangan mata ke arah layar atau dokumen yang disalin, bukan ke arah keyboard. Duduk dalam posisi tegak dan tangan membentuk posisi siku-siku


Lakukan pengetikan dengan menekan tombol keyboard dengan lembut, cepat dan tidak terlalu lama, karena akan membuat karakter berulang. Gunakan tombol backspace (← di sudut kanan sederet dengan tombol angka 1 – 0). Gunakan tombol Enter untuk berganti paragraf. Pergantian baris akan dilakukan secara otomatis oleh program Word. Gunakan tombol Shift untuk membuat huruf besar (tekan tombol shift, tahan, lalu tekan tombol huruf). Gunakan tombol Caps Lock untuk membuat kalimat/kata dalam huruf besar. Tombol Tab digunakan untuk menggeser awal baris menjorok ke dalam.

Latihan

Ketiklah menggunakan sepuluh jari !

dfjk kjfd djfk dkfj fjdk fkdj kdfj kfjd kfdj dkfj dkjf fdjk fkdj fkjd

asl; ;lsa a;sl als; al;s sla; ls;a a;ls la;s ;asl ;sal l;sa lsa; sl;a

asdf jkl; ;lkj fdsa adk; sfjl a;fj sldk ajf; lsdk lsdk jf;a

Ketiklah paragraf di bawah ini.

MENGETIK DENGAN SEPULUH JARI

Mengetik dengan baik, dikenal juga dengan metode sepuluh jari, sudah dikenal sejak lama. Prinsipnya dengan menggunakan semua jari tangan kiri dan kanan untuk menekan tombol-tombol keyboard untuk mempercepat pengetikan. Karena konsentrasi kita tertuju pada dokumen yang diketik bukan tombol mana yang harus ditekan, maka pengetikan akan menjadi lebih cepat. Metode ini bisa dipelajari secara mandiri atau mengikuti kursus mengetik. Secara mandiri kita menggunakan software khusus seperti Mavis Beacon Teaches Typing atau Quick and Easy Typing. Ada juga program belajar mengetik yang dibuat khusus untuk anak-anak , yaitu Disney's Adventure in Typing with Timon and Pumbaa, yang menggunakan karakter dari film The Lion King.

Masalah utama dalam mengetik sepuluh jari sebenarnya adalah tata letak keyboard yang dikenal dengan QWERTY yang dirancang untuk Bahasa Inggris. Tombol yang sering digunakan diletakkan di posisi jari telunjuk/ di tengah. Sementara tombol A diletakkan di posisi jari kelingking kiri, sehingga menyulitkan orang Indonesia yang banyak menggunakan huruf A dalam perbendaharaan katanya. Meski demikian, belajar mengetik spuluh jari dengan komputer lebih mudah daripada menggunakan mesin ketik karena tombol keyboard lebih mudah ditekan dengan kekuatan yang tidak terlalu besar dibandingkan tombol mesin ketik yang umumnya keras dan memerlukan banyak tenaga untuk menekannya.


Modul 5: Memasukkan Gambar ke MS Word


Dokumen hasil ketikan kita di MS Word tidak harus berupa kata-kata saja, namun juga bisa memuat gambar, diagram, tabel, grafik, atau objek lain. Yang akan dibahas kali ini adalah cara memasukkan elemen grafis (gambar) ke dokumen hasil ketikan.

Ada dua cara memasukkan gambar ke dokumen MS Word, yaitu dengan membuatnya sendiri atau menyisipkan gambar yang sudah jadi/sudah ada di komputer.


Cara pertama dilakukan dengan mengaktifkan toolbar drawing yang tersedia. Klik icon Drawing di toolbar, maka akan muncul toolbar Drawing seperti di bawah ini.Cara lain adalah dengan memilih menu View → Toolbars → Drawing atau mengklik kanan pada toolbar dan memilih Drawing pada pop-up menu yang muncul.


Klik pada tombol garis untuk menggambar garis lurus, tombol panah untuk menggambar tanda panah, tombol kotak untuk menggambar persegi panjang, tombol oval untuk menggambar lingkaran/oval.


Tombol AutoShapes akan menyediakan bentuk-bentuk siap pakai, seperti bintang, banner (spanduk), balon dialog, menggambar bebas (freehand), atau lambang-lambang diagram alir (flowchart).


Sedangkan tombol Draw akan memunculkan menu yang berhubungan dengan objek gambar seperti order (urutan gambar dan teks), group (mengelompokkan elemen gambar), rotate or flip (memutar dan membalik), serta mengedit AutoShapes.

Sementara penekanan tombol panah putih digunakan untuk mengontrol gambar, mengubah ukuran atau memindahkan, atau melakukan operasi lain.

Tombol-tombol lain berturut-turut adalah untuk memasukkan textbox (kotak teks), WordArt(kata hias), diagram/chart, clipart, gambar/foto, mengubah warna blok (fill), warna garis (line), warna huruf (font), tebal garis, jenis garis, bentuk tanda panah, menambah bayangan (shadow), dan efek tiga dimensi (3D).

Menyisipkan gambar yang sudah jadi dapat dilakukan dengan cara memunculkan toolbar Drawing seperti di atas dan memilih tombol-tombol yang sesuai, atau dengan memilih menu Insert → Picture.


Terdapat beberapa pilihan, yaitu

  1. Clipart, merupakan gambar kartun yang disediakan oleh MS Word
  2. From File, menyisipkan gambar yang sebelumnya kita buat menggunakan program lain atau kita kopi dari sumber lain.
  3. From Scanner or Camera, memungkinkan kita memasukkan gambar cetak yang di-scan menggunakan scanner atau gambar hasil bidikan kamera digital
  4. Organization Chart, adalah applet MS Word untuk membuat diagram struktur organisasi
  5. New Drawing, sama artinya dengan membuat gambar baru seperti diterangkan di atas
  6. AutoShapes
  7. WordArt, merupakan applet untuk membuat huruf hias
  8. Chart, untuk memasukkan grafik

Berikut ini beberapa contoh gambar yang bisa disisipkan dalam dokumen:














Modul 7: Membuat Kartu Ucapan


Pada modul terakhir ini, kita akan mencoba mempraktikkan semua materi yang telah diajarkan di modul-modul terdahulu. Di sini kita akan mencoba membuat kartu ucapan (hari raya, ulang tahun) menggunakan program Microsoft Word. Langkah-langkah pembuatannya adalah sebagai berikut :

  1. Buatlah dokumen baru di Word, aktifkan toolbar drawing dengan mengklik tombol Drawing di toolbar atau memilih menu View Toolbar Drawing

  2. Buatlah garis bantu pada posisi 7,5 cm dari kiri (mistar atas) dan 12 cm dari atas (mistar kiri)


  3. Tuliskan nama pengirim pada daerah kanan bawah dengan menggunakan tombol Text Box atau menu Insert Text Box (lihat gambar kanan)


  4. Atur format Text Box dengan mengklik dua kali pada Text Box. Pada tab Colors and Lines, pilih No Fill pada opsi Fill Color, No Line pada opsi Line Color untuk menghilangkan garis dan background. Kemudian pada Tab Text Box, masukkan nilai 0 untuk setiap nilai Internal Margin

  5. Sekarang, sisipkan gambar dari Clip Art dengan memilih menu Insert Picture ClipArt atau jika menggunakan gambar lain, gunakan Insert Picture From File. Atur penempatan gambar dengan mengklik dua kali pada gambar lalu pada tab Layout pilih In Front of Text

  6. Ulangi langkah-langkah 3, 4 , dan 5 untuk menyisipkan teks dan gambar pembuat kartu pada bidang kiri bawah. Pakailah teks berukuran 8 - 10 point
  7. Untuk bagian dalamya (ucapan), sisipkan WordArt ke bagian atas dengan mengklik tombol Word Art di toolbar Drawing atau pilih menu Insert Picture WordArt. Tuliskan ucapan yang diinginkan (Selamat Hari Raya, Ulang Tahun, atau yang lainnya). Lalu putar posisi WordArt dengan mengkliktombol Draw Rotate or Flip Free Rotate, sehingga posisinya terbalik.

  8. Masukkan teks dan gambar ke bagian atas dengan cara yang sama. Sehingga hasilnya akan nampak seperti di bawah ini.

  9. Kartu ucapan kita sudah selesai! Hapuslah garis bantu vertikal dan horisontal dengan mengklik pada garis dan menekan tombol Delete. Kemudian, cetaklah kartu dengan perintah Ctrl + P atau menu File Print (lihat modul 6). Setelah tercetak lipatlah kartu menjadi empat dan kartu siap untuk dikirimkan!

PENUTUP

Modul ini hanyalah pengantar dan baru sebagian kecil dari penguasaan komputer secara keseluruhan untuk itu, diperlukan latihan lebih lanjut serta belajar dengan sungguh-sungguh agar cepat bisa.

  1. Banyak-banyak berlatih dengan modul-modul terdahulu. Jangan cepat menyerah sebelum bisa. Tanyakan hal-hal yang belum dipahami kepada yang lebih tahu
  2. Banyak-banyak membaca buku-buku atau majalah komputer untuk menambah pengetahuan
  3. Jika berlatih menggunakan komputer milik orang lain, perhatikan sopan santun. Jangan meminjam komputer saat masih dibutuhkan pemiliknya. Jangan memakai terlalu lama. Gunakan komputer pinjaman benar-benar untuk belajar, jangan sekadar main-main. Jagalah kebersihan dan kesehatan komputer pinjaman agar kita masih bisa menggunakannya lain kali.
  4. Jangan cepat puas, karena pengetahuan komputer itu sangat luas, dan tidak ada yang mampu menguasai semuanya.
  5. Jangan lupa, belajar komputer itu perlu, namun belajar di sekolah yang utama. Belajar komputer setelah pelajaran di sekolah diselesaikan, baik tugas maupun PR.
  6. Yang terakhir, kalau dalam penyusunan modul maupun penyampaian materi ini banyak kekurangan, mohon maaf sebesar-besarnya, dan semoga pada kesempatan lain bisa disempurnakan lagi.

Senin, 12 November 2007

Minangkabau language

Minangkabau
Baso Minangkabau
Spoken in: Indonesia, Malaysia
Region: West Sumatra (Indonesia), Riau (Indonesia), Negeri Sembilan (Malaysia)
Total speakers: 6,500,000
Language family: Austronesian
Malayo-Polynesian
Nuclear Malayo-Polynesian
Sunda-Sulawesi
Malayic
Malayan
Para-Malay
Minangkabau
Language codes
ISO 639-1: none
ISO 639-2: min
ISO 639-3: min

The Minangkabau language (autonym: Baso Minang(kabau); Indonesian: Bahasa Minangkabau) is an Austronesian language, spoken by the Minangkabau-people of West Sumatra, in the western part of Riau and in several cities throughout Indonesia by migrated Minangkabau, who often trade or have a restaurant. It is also spoken in a part of Malaysia.


Due to great grammatical similarities between the Minangkabau language and Malay, there is some controversy regarding the relationship between the two. Some see Minangkabau as a dialect of Malay, while others think of Minangkabau as a proper (Malay) language.

Malaysia

Besides West Sumatra and western Riau, Minangkabau is also spoken in Malaysia, by some descendants of migrants from the Minang-speaking region in Sumatra (Ranah Minang, or Land of the Minang). Significant numbers of the early migrants settled in what is now the Malaysian state of Negeri Sembilan. The language is also a lingua franca along the western coastal region of the province of North Sumatra, and is even used in parts of Aceh, where the language is called Aneuk Jamee.

Dialects

The Minangkabau language has several dialects, sometimes differing between nearby villages (e.g. separated by a river). In everyday communication between Minangkabau people of different regions, the Padang-dialect (Baso Padang or Baso Urang Awak "our (people's) language") is often used and has become a kind of standard.

Examples

Baso Minangkabau: Sarang kayu di rimbo tak samo tinggi, kok kunun manusia (expression)
Indonesian: Pohon di rimba tidak sama tinggi, apalagi manusia
English: The trees in the jungle are not (all) of the same height, let alone the people.

Baso Minangkabau: Co a kongcek baranang co itu inyo (expression)
Indonesian: Dia berenang seperti katak
English: He swims like a frog. (doing something without having a goal)

Baso Minangkabau: Indak buliah mambuang sarok disiko!
Indonesian: Tidak boleh membuang sampah di sini!
English: It is not allowed to dump rubbish here!

Literature

  • Tata Bahasa Minangkabau, Gerard Moussay

(original title La Langue Minangkabau, translated from French by Rahayu S. Hidayat), ISBN 979-9023-16-5.

List of lakes in West Sumatera. Indonesia

Lake Singkarak

Lake Singkarak (Indonesian: Danau Singkarak) is a lake in West Sumatra, Indonesia. It is located between the cities of Padang Panjang and Solok. It has an area of 107.8 km², being approximately 21 km long and 7 km wide. The natural outlet for excess water is the Ombilin river which flows eastward to the Strait of Malacca. A hydroelectric project however has diverted most of the lake outflow to the Anai river which flows westward into the Indian Ocean near Padang. This Singkarak power station uses this water to generate power for the West Sumatra and Riau provinces. A species of fish called ikan bilih (Mystacoleucus padangensis) is endemic to the lake, and is harvested for human consumption. A railway line, which connects Padang and Sawahlunto-Sijunjung, skirts the length of the lake on the eastern side.

Lake Maninjau

Lake Maninjau (Indonesian: Danau Maninjau, Meninjau means Overlook or Observation ) is a caldera lake in West Sumatra, Indonesia. It is located 16 km to the west of Bukittinggi, at 0°19′S, 100°12′E.

Formation

The Maninjau caldera was formed by a volcanic eruption estimated to have occurred around 52,000 years ago.[1] Deposits from the eruption have been found in a radial distribution around Maninjau extending up to 50 km to the east, 75 km to the southeast, and west to the present coastline. The deposits are estimated to be distributed over 8500 km² and have a volume of 220–250 km³.[2] The caldera has a length of 20 km and a width of 8 km.[1]

The lake

Lake Maninjau has an area of 99.5 km², being approximately 16 km long and 7 km wide. The average depth is 105 m, with a maximum depth of 165 m. The natural outlet for excess water is the Antokan river, located on the west side of the lake. It is the only lake in Sumatra which has a natural outlet to the west coast. Since 1983 this water has been used to generate hydroelectric power for West Sumatra.

Most of the people who live around Lake Maninjau are ethnically Minangkabau. Villages on the shores of the lake include Maninjau and Bayur.

Maninjau is a notable tourist destination in the region due to its scenic beauty and mild climate. It is also used as a site for paragliding.

Local agriculture

The lake is used for aquaculture, using karamba floating net cages. The technique was introduced in 1992, and by 1997 there were over 2,000 cage units with over 600 households engaged. Each cage may have 3-4 production cycles each year. There is evidence of pollution around some karamba area.

On the edge of the lake, the landuse includes rice fields in the swamps and the lower slopes. The villages are bordered uphill by a large belt of forestlike tree gardens, which dissolves into the upper montane forest on the steepest parts of the slopes up to the ridge of the caldera.[3]

The tree gardens include three typical components:[3]

  • Fruit trees including durian, jack fruit, cempedak, rambutan, langsat, golden berries and water apples.
  • Timber species including Toona sinensis and Pterospermum javanicum.
  • Spice trees including cinnamon, coffee, nutmeg and cardamum.

Lake Diatas

Diatas
Diatas -
Location West Sumatra, Indonesia
Coordinates 1°4′37″S, 100°45′17″ECoordinates: 1°4′37″S, 100°45′17″E
Lake type Tectonic
Primary outflows Gunanti River
Basin countries Indonesia
Surface area 12.3 km²
Max depth 44 m
Surface elevation 1,531 m

Lake Diatas (Indonesian: Danau Diatas, means: Upper Lake ) is a lake in West Sumatra, Indonesia. It is located at 1°4′37″S, 100°45′17″E. This lake together with Lake Dibawah, are known as the Twin Lakes (Danau Kembar).

Lake Dibawah

Dibawah
Dibawah -
Location West Sumatra, Indonesia
Coordinates 1°0′35″S, 100°43′51″ECoordinates: 1°0′35″S, 100°43′51″E
Lake type Tectonic
Primary outflows Lembong River
Basin countries Indonesia
Surface area 11.2 km²
Max depth 309 m
Surface elevation 1,462 m

Lake Dibawah (Indonesian: Danau Dibawah, means: Lower Lake ) is a lake in West Sumatra, Indonesia. It is located at 1°0′35″S, 100°43′51″E. This lake together with Lake Diatas, are known as the Twin Lakes (Danau Kembar).



Petronas Twin Towers


Petronas Twin Towers

The Petronas Twin Towers (also known as the Petronas Towers or Twin Towers), in Kuala Lumpur, Malaysia are the world's tallest twin buildings. They were the world's tallest buildings from 1998 to 2004 if measured from the level of the main entrance to the structural top, the original height reference used by the US-based Council on Tall Buildings and Urban Habitat from 1969 (three additional height categories were introduced as the tower neared completion in 1996). [1]

Comparison with other towers

Height comparison with the Sears Tower, Taipei 101, Empire State Building and the Petronas Twin Towers


The Petronas Twin Towers were the tallest buildings in the world until Taipei 101, as measured to the top of their structural components (spires, but not antennas), took over the record. Spires are considered integral parts of the architectural design of buildings, to which changes would substantially change the appearance and design of the building, whereas antennas may be added or removed without such consequences. The Petronas Twin Towers remain the tallest twin buildings in the world.

The Sears Tower and the World Trade Center towers were each constructed with 110 occupied floors – 22 more than the Petronas Twin Towers’ 88 floors. The Sears Tower and the World Trade Center’s roofs and highest occupied floors substantially exceed the height of the roof and highest floors of the Petronas Twin Towers. The Sears Tower’s tallest antenna is about 250 feet (76 meter) taller than the Petronas Twin Towers’ spires. However, in accordance to CTBUH regulations and guidelines, [2] the antennas of the Sears Tower were not counted as part of its architectural features.[3][4] Hence, surpassing the roof of the Sears Tower by 10m.

History

These towers, which were designed by Cesar Pelli, an Argentine-American architect, were completed in 1998 and became the tallest buildings in the world on the date of completion. The 88-floor towers are constructed largely of reinforced concrete, with a steel and glass facade designed to resemble motifs found in Islamic art, a reflection of Malaysia's Muslim religion. They were built on the site of Kuala Lumpur's race track. Because of the depth of the bedrock, the buildings were built on the world's deepest foundations. The 120-meter foundations were built by Bachy Soletanche, and required massive amounts of concrete.

In an unusual move, a different construction company was hired for each of the towers, and they were made to compete against each other. Eventually the builders of Tower 2, Samsung Constructions (the Construction Division of Samsung Corporation), Kukdong Engineering & Construction (both of South Korea), won the race, despite starting a month behind Tower 1, built by Hazama Corporation, and Tower 1(Hazama Corporation) ran into problems when they discovered the structure was 25 millimeters off from vertical. The shopping mall beneath both towers was constructed by Birmingham, Alabama based Bill Harbert International.

Due to a lack of steel and the huge cost of importing steel, the towers were constructed on a cheaper radical design of super high strength reinforced concrete. High-strength concrete is a material familiar to Asian contractors and twice as effective as steel in sway reduction; however, it makes the building twice as heavy on its foundation than a comparable steel building. Supported by 23-by-23 meter concrete cores and an outer ring of widely-spaced super columns, the towers use a sophisticated structural system that accommodates its slender profile and provides from 1300 to 2000 square metres of column-free office space per floor.

Below the twin towers is Suria KLCC, a popular shopping mall, and Dewan Filharmonik Petronas, the home of the Malaysian Philharmonic Orchestra.

Petronas, Malaysia's national oil company, set out to build the world's tallest building. Although other buildings such as the Sears Tower have higher occupied floors, a higher antenna, and a higher roof, the Petronas Twin Towers' spires are classified as architectural details and rise to 452 m (1483 feet), giving it the greatest structural height until Taipei 101. Taking advantage of the rules governing building measurements (counting spires but not antennas) has generated controversy over the towers' claim to the title. However, the tradition of including the spire on top of a building and not including the antenna dates back to the rivalry between the Chrysler Building and the Empire State Building.

Other buildings have used spires to increase their height but have always been taller overall to the pinnacle when trying to claim the title. In the aftermath of the controversy, the rules governing official titles were partially overhauled, and a number of buildings re-classified structural antenna as architectural details to boost their height rating (even though nothing was actually done to the building). Since the rules had allowed a building that "looked" shorter to say they were taller, newer buildings have had a focus on getting more than one of the height categories and tried to cater to popular perception rather than technicalities

Tenants of the Petronas Twin Towers

Tower One is fully occupied by the Petronas Company and a number of its subsidiaries and associate companies. The office spaces in Tower Two are mostly available for lease to other companies. A number of companies have offices in Tower Two, including Accenture, Al Jazeera English, Bloomberg, Boeing, IBM, Khazanah Nasional Berhad, McKinsey & Co, Krawler Networks, Microsoft, Newfield Exploration and Reuters.

KLCC Park

Outside the building is a park with jogging and walking paths, a fountain with incorporated light show, wading pools, and a children's playground.

Suria KLCC is one of the biggest shopping malls in Malaysia.

Skyway

The towers feature a skyway (constructed by Kukdong Engineering & Construction) between the two towers on 41st and 42nd floors, which is the highest 2-story bridge in the world. The bridge is 170m above the ground and 58 m long. The same floor is also known as the podium, since visitors desiring to go to higher levels have to change elevators here. The skyway is open to all visitors, but free passes (limited to 1700 people per day) must be obtained on a first-come, first-served basis. The Skyway is closed on Mondays. Visitors are allowed to go only on the 41st floor as the 42nd floor is used only by the tenants of the building.

The skyway also acts as a safety device, so that in the event of a fire or other emergency in one tower, tenants can evacuate by crossing the skyway to the other tower. However, the total evacuation triggered by a bomb hoax on September 12, 2001 (the day after the September 11 attacks destroyed the Twin Towers of the World Trade Center in New York City) showed that the bridge would not be useful if both towers need to be emptied simultaneously, and the capacity of the staircases was insufficient for such an event. Plans thus call for the elevators to be used if both towers need to be evacuated, and a successful drill following the revised plan was conducted in 2005.

Elevator system

The main bank of elevators is located in the center of each tower. All main elevators are double-decker with the lower deck of the elevator taking passengers to odd numbered floors and upper deck to even numbered floors. In order to access an even numbered floor from ground level, passengers are required to use an escalator to access the upper deck of the elevator.

From the ground floor there are three groupings of elevator. The "short haul" group of 6 elevators take passengers to floors between level 2/3 and level 16/17. The "mid haul" group of 6 elevators take passengers to floors between level 18/19 and level 37/38. There is also a set of shuttle elevators that take passengers directly to levels 41/42. In order to get to levels above 41/42, passengers are required to take the shuttle elevators and then change elevators to the upper floors. These connecting elevators are placed directly above the elevators serving levels 2 to 38. The pattern now repeats with the upper levels, one set serving levels 43/44 to 57/58 and one set serving levels 59/60 to levels 73/74.

Apart from this main bank of elevators, there are a series of "connecting" elevators to take people between the elevator groupings. Unlike the main elevators, these are not of the double-decker type. Two elevators are provided to take people from levels 37/38 to levels 41/42 (levels 39 and 40 are not accessible as office space). This avoids the need for someone situated at the lower half of the building to go down to the ground floor in order to gain access to the upper half of the building.

The elevators contain a number of safety features. It is possible to evacuate people from an elevator stuck between floors by manually driving one of the adjacent elevators next to it and opening a panel in the wall. It is then possible for people in the stuck elevator to walk between elevator cars.

During an evacuation of the buildings the shuttle elevator is allowed to be used. This is because there are only doors at levels G/1 and levels 41/42 therefore should there be a fire in the lower half of the building, this enclosed shaft would remain unaffected.

Service building

The service building is to the east of the Petronas Towers and contains the services required to keep the building operational, such as dissipating the heat from the air-conditioning system for all 88 levels in both towers.

Notable events

On March 20th, 1997, French urban climber, Alain "Spiderman" Robert, using only his bare hands and feet and with no safety devices, scaled the building's exterior glass and steel wall. Police arrested him at the 60th floor, 28 floors away from the "summit". He made a second attempt on March 20th 2007, exactly 10 years later, and was stopped once again on the same floor (though on the other tower).[5]

On the evening of Friday, November 4, 2005, a fire broke out in a movie theater complex in the Suria KLCC shopping centre below the Petronas Twin Towers, triggering panic among patrons who fled screaming and coughing in the thick, acrid smoke. There were no reports of injuries. The buildings were largely empty (except for Suria KLCC) because of the late hour; the only people affected were moviegoers and some diners in restaurants.[6]

In fiction and popular culture

  • The 1999 movie Entrapment starring Catherine Zeta-Jones and Sean Connery, features the Tower's complex security systems being infiltrated in order to steal from a high-security bank in the tower at midnight on New Year's Day. A prime stunt sequence takes place when the pair are stranded atop the connecting bridge and are confronted by a Kuala Lumpur police helicopter. In one scene, the skyline of Kuala Lumpur (prominently featuring the Petronas Towers) was super-imposed with an urban river filmed in the city of Melaka, some 80 kilometers away. The scene created an illusion whereby the Petronas Towers were surrounded by shanty towns, thus prompting disapproval from Kuala Lumpur residents. Ironically there are indeed shanty towns within a couple of miles of the building, simply not the ones shown in the film. The film was never banned in Malaysia although FINAS viewed the film as degrading to the Malaysian community.
  • In 2002, the Petronas Towers were featured as a destination on season three of the Amazing Race (US).
  • A dynamic aerial shot of the towers at 4:00 pm is the first image of the popular American television series 24. That is, the towers are the first thing that we see in the first episode of the show.
  • The towers also feature prominently in the Bollywood movie Don - The Chase Begins Again, including a walk on the roof of the skyway by Arjun Rampal
  • The Petronas Twin Towers features in the animated television series Totally Spies! in episode 26 of the series' first season, entitled "Man or Machine".
  • The towers also serve as the setting for three levels in the video game Hitman 2: Silent Assassin.
  • The construction of the towers were also discussed in the comic strip Get Fuzzy.
  • The towers were depicted in flames for a few seconds in the future-set film Children of Men.
  • The building was used to provide background for the filming of the Kannum Kannum Nokiya, a song in the famous, hit Kollywood film, Anniyan.
  • The towers are displayed in Rise of Nations, where it is in the background of the Information Age icon.
  • The towers appear in the video games Katamari Damacy (Sony Playstation 2), We Love Katamari (Sony Playstation 2), and Beautiful Katamari (Microsoft Xbox 360), published by Namco Bandai Games. They are the largest man-made objects possible to view and roll up in the games.
  • The Petronas Twin Towers featured in the animated television series Jackie Chan Adventures in episode 58 of the series' third season, entitled "When Pigs Fly".

jam gadang bukittinggi


Jam Gadang adalah sebuah menara jam yang merupakan landmark kota Bukittinggi dan provinsi Sumatra Barat di Indonesia. Simbol khas Sumatera Barat ini pun memiliki cerita dan keunikan karena usianya yang sudah puluhan tahun.

Jam Gadang dibangun pada tahun 1926 oleh arsitek Yazin dan Sutan Gigi Ameh. Peletakan batu pertama jam ini dilakukan putra pertama Rook Maker yang saat itu masih berumur 6 tahun. Jam ini merupakan hadiah dari Ratu Belanda kepada Controleur (Sekretaris Kota). Pada masa penjajahan Belanda, jam ini berbentuk bulat dan di atasnya berdiri patung ayam jantan, sedangkan pada masa pendudukan Jepang, berbentuk klenteng. Pada masa kemerdekaan, bentuknya berubah lagi menjadi ornamen rumah adat Minangkabau.

Ukuran diameter jam ini adalah 80 cm, dengan denah dasar 13x4 meter sedangkan tingginya 26 meter. Pembangunan Jam Gadang yang konon menghabiskan total biaya pembangunan 3.000 Gulden ini, akhirnya menjadi landmark atau lambang dari kota Bukittinggi. Ada keunikan dari angka-angka Romawi pada Jam Gadang ini. Bila penulisan huruf Romawi biasanya pada angka enam adalah VI, angka tujuh adalah VII dan angka delapan adalah VIII, Jam Gadang ini menulis angka empat dengan simbol IIII

Kota Bukittinggi

Kota Bukittinggi adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Kota ini memiliki luas wilayah 25,24 km2 dan berpenduduk sebanyak kurang lebih 100.000 jiwa. Letaknya sekitar 2 jam perjalanan lewat darat (90 km) dari ibukota provinsi Padang. Bukittinggi dikelilingi tiga gunung berapi yaitu Gunung Singgalang, Gunung Marapi dan Gunung Sago.

Kota yang merupakan kota kelahiran Bung Hatta, adalah sebuah kota budaya di Sumatra Barat dan terkenal dengan Jam Gadang yang merupakan simbol kota Bukittinggi.

Selain memiliki potensi objek wisata, kota berhawa sejuk ini merupakan salah satu daerah tujuan utama dalam bidang perdagangan di pulau Sumatera. Bukittinggi telah lama dikenal sebagai pusat penjualan konveksi yang tepatnya berada di Pasar aur kuning.


Sejarah

Semasa pemerintahan Belanda, Bukittinggi selalu ditingkatkan perannya dalam ketatanegaraan, dari apa yang dinamakan Gemetelyk Resort berdasarkan Stbl tahun 1828. Belanda telah mendirikan kubu pertahanannya pada tahun 1825, yang sampai sekarang kubu pertahanan tersebut masih ada dam dikenal sebagai Benteng Fort De Kock. Kota ini telah digunakan juga oleh Belanda sebagai tempat peristirahatan opsir-opsir yang berada di wilayah jajahannya.[1]

Pada masa pemerintahan Jepang, Bukittinggi dijadikan sebagai pusat pengendalian pemerintah militernya untuk kawasan Sumatera, bahkan sampai ke Singapura dan Thailand, karena disini berkedudukan komandan Militer ke 25. Pada masa ini Bukittinggi berganti nama dari Taddsgemente Fort de Kock menjadi Bukittinggi Si Yaku Sho yang daerahnya diperluas dengan memasukkan nagari-nagari Sianok, Gadut, Kapau, Ampang Gadang, Batu Taba dan Bukit Batabuah yang sekarang kesemuanya itu kini berada dalam daerah Kabupaten Agam, di Kota ini pulalah bala tentara Jepang mendirikan pemancar radio terbesar untuk pulau Sumatera dalam rangka mengibarkan semangat rakyat untuk menunjang kepentingan perang Asia Timur Raya versi Jepang.[1]

Pada masa perjuangan kemerdekaan RI, Bukitinggi berperan sebagai kota perjuangan. Dari bulan Desember 1948 sampai dengan bulan Juni 1949, Bukittinggi ditunjuk sebagai ibukota Pemerintahan Darurat Republik Indonesia ( PDRI ), setelah Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda. Selanjutnya Bukittinggi pernah menjadi ibukota propinsi Sumatera dengan gubernurnya Mr. Tengku Muhammad Hasan. Kemudian dalam PP Pengganti undang-undang No. 4 tahun 1959, Bukittinggi ditetapkan sebagai ibukota Sumatera Tengah yang meliputi keresidenan-keresidenan Sumatera Barat, Jambi dan Riau yang sekarang masing-masing keresidenan itu telah menjadi provinsi sendiri.[1]

Geografi

Secara geografis Bukittinggi terletak antara 100,210 – 100,250 derajat bujur timur dan antara 00.760 – 00,190 derajat lintang selatan dengan ketinggian 909 – 941 meter diatas permukaan laut, berudara sejuk dengan suhu berkisar antara min 16,10 – 24,90 max.[1

Pariwisata

Bukittinggi memiliki julukan sebagai "kota wisata" karena banyaknya objek wisata yang terdapat di kota ini. Lembah Ngarai Sianok merupakan salah satu objek wisata utama. Taman Panorama yang terletak di dalam kota Bukittinggi memungkinkan wisatawan untuk melihat keindahan pemandangan Ngarai Sianok. Di dalam Taman Panorama juga terdapat gua bekas persembunyian tentara Jepang sewaktu Perang Dunia II yang disebut sebagai 'Lobang Jepang'.

Di Taman Bundo Kanduang terdapat replika Rumah Gadang yang berfungsi sebagai museum kebudayaan Minangkabau, kebun binatang dan benteng Fort de Kock yang dihubungkan oleh jembatan penyeberangan yang disebut Jembatan Limpapeh. Jembatan penyeberangan Limpapeh berada di atas Jalan A. Yani yang merupakan jalan utama di kota Bukittinggi

Pasar Atas berada berdekatan dengan Jam Gadang yang merupakan pusat keramaian kota. Di dalam Pasar Atas yang selalu ramai terdapat banyak penjual kerajinan bordir dan makanan kecil oleh-oleh khas Sumatra Barat seperti Keripik Sanjai yang terbuat dari singkong, serta Kerupuk Jangek (Kerupuk Kulit) yang terbuat dari kulit sapi atau kerbau.

Danau Maninjau terletak sekitar 33 km atau sekitar 2 jam perjalanan dengan mobil dari kota Bukittinggi. Secara geografis, Bukittinggi, terdiri dari bukit-bukit. Oleh sebab itu jalanya mendaki dan menurun, berdsarkan bukit itulah kemudian, pemerintahan dibagi (sebelum Orde Baru memecahnya ke dalam Kelurahan), ke dalam 5 jorong (Guguak Panjang, Mandiangin Koto Selayan, Bukit Apik Pintu Kabun, Aua Birugo, dan Tigo Baleh).

Feeds